Jul
12
2009

Akses Internet Bergerak, Fenomena Push Email dan Pendapatan Rata Rata

Saya masih ingat pada waktu saya kembali ke tanah air pada tahun 2001, sulit sekali mendapatkan koneksi internet. Demikian sulitnya saya hanya check email 1 minggu sekali dan lama kelamaan menjadi 2 minggu sekali.

rim-blackberry-bold-smartphoneSejak beberapa tahun lalu akses internet rumahan dengan harga terjangkau sudah mulai tersebar, di pionirkan oleh Telkom Speedy. Lalu menyusul akses internet bergerak yang berbasis GSM dan CDMA oleh IndoSat IM2, Telkomsel Flash, Telkom Flexi, Smart Telecom dan seterusnya.

Kehadiran akses internet berbasis GSM dan CDMA ini semakin marak dan sesuai dengan orang yang memiliki mobilitas tinggi tetapi belum sesuai untuk orang yang memiliki mobilitas yang sangat tinggi.

Jika kita hanya memiliki 5-10 menit interval jarak antara pekerjaan atau pertemuan kita, menyalakan komputer notebook dan akses internet membutuhkan waktu kira kira 5 menit. Tidak cukup singkat dan cepat untuk mengambil email yang kita inginkan. Belum harus mencari meja dan tempat yang nyaman untuk meletakan notebook kita.

Sebelum BlackBerry masuk secara merajalela di Indonesia, saya sempat menggunakan Nokia E90 dan E71 via Wi-Fi untuk meng-akses internet dan email saya. Terkadang bila di perlukan, saya mengaktifasi koneksi GPRS untuk mengambil email saya yang di dorong oleh emoze (suatu aplikasi push email).

Kehadiran BlackBerry di Indonesia memberikan kita semua instan akses email. Dimana pun kita berada email di dorong (push) ke ponsel pintar (smartphone) BlackBerry. Dengan mobilitas saya yang sangat tinggi, interval waktu 5-10 menit sekarang dapat saya gunakan sebaik baiknya untuk membaca dan membalas email tanpa harus membuka notebook.

Dengan kehadiran BlackBerry banyak teman teman saya yang sudah jarang memeriksa email tiba tiba di beri kemudahan instan.

ARPU (Average Revenue Per User) atau Pendapatan Rata Rata per Pengguna ponsel GSM dan CDMA sudah banyak menurun dari tahun 2004. Operator GSM dan CDMA semakin banyak, dan biaya bicara dan SMS pun semakin murah. Konsumen yang menang tetapi penghasilan operator menurun drastis atau tidak sebanding dengan ratio investasi infrastruktur yang dihasilkan apalagi di bandingkan dengan penghasilan yang di tahun tahun sebelumnya.

Negara kita memang masih belum sesuai untuk berlangganan pasca bayar. Maklum pendapatan rakyat jelata saja belum tentu bisa makan satu kali sehari.

Dengan kehadiran BlackBerry dan iuran bulanan yang tetap setiap bulan di harapkan ARPU (Average Revenue Per User) atau Pendapatan Rata Rata per Pengguna dapat di perbaiki sedikit banyaknya. Dari langganan Akses Internet Bergerak, BlackBerry dan iPhone di harapkan pelanggan meningkat. Selain menguntungkan pengguna yang dapat menggunakan sepuasnya dengan satu harga, operator GSM dan CDMA pun dapat dengan tepat memproyeksikan keuntungan atau arus keuangannya.

Share and Enjoy:
  • Print
  • email
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • StumbleUpon
  • Digg
  • del.icio.us
  • Yahoo! Bookmarks
  • LinkedIn
  • Twitter
  • MySpace
  • Blogosphere News
  • NewsVine
  • Yahoo! Buzz
  • Mixx
  • Live
  • RSS

Leave Your Comment

 
Powered by Wordpress and MySQL. Theme by openark.org